div.fullpost {display:none;}

Lowongan Pekerjaan 2008


Selamat datang sahabatku sekalian, semoga anda merasa nyaman ketika berkunjung ke sini



Google

Tuesday, 15 April 2008

Apa pekerjaan yang paling kamu inginkan?

Supaya postingan aku sebelumnya mengenai pekerjaan yang paling tidak kamu inginkan berimbang, maka di sini aku menulis tentang apa-apa saja pekerjaan yang paling kamu inginkan.

Setiap orang pasti punya pengertian yang berbeda-beda tentang pekerjaan impian. Tapi kalo dari aku, pekerjaan impian itu adalah pekerjaan yang kita tahu bahwa kita mempunyai skill untuk melakukan pekerjaan itu, sehingga kita merasa ‘comfort’ dan punya ‘passion’ di dalamnya. Atau belum mempunyai skill juga gak apa-apa, asal ada kemauan kuat aja buat melakukan suatu pekerjaan.
Aku sih lebih baik untuk digaji ‘underpaid’ tetapi kita sangat menikmati pekerjaan itu, daripada digaji ‘overpaid’ tapi kita merasa amat tersiksa untuk melakukan pekerjaan itu. Ujung-ujungnya pasti kita berhenti juga dari pekerjaan itu, cepat atau lambat.
So, ini dia pekerjaan yang aku inginkan setelah aku lulus nanti:

1. IT Professional
Kalau yang ini sudah sesuai dengan bidang yang aku jalani saat ini. Aku kuliah di Politeknik Informatika, ya otomatis lulusannya diharapkan jadi seseorang yang bergelut di dunia informatika dong. Tapi IT professional kan banyak tuh, nah aku sih lebih condong untuk menjadi Network administrator/engineer di suatu perusahaan/instansi, soalnya di tingkat tiga ini aku ngambil jurusan Teknologi Jaringan Komputer. Aku sih merasa seru aja kalo bermain-main dengan jaringan, server, linux, router, dll. Soalnya banyak yang bisa diutak-atik di sana, dan membutuhkan eksplorasi untuk mencoba hal-hal baru, sesuatu yang aku suka he..he..
Aku tau juga sih kalo fresh graduate itu jarang yang langsung ditunjuk jadi admin jaringan, ya biasanya sih untuk tahun-tahun pertama jadi Technical Support/Helpdesk. Tapi beda kalau kamu punya sertifikasi yang dikhususkan untuk jaringan komputer, contohnya seperti CCNA. Makanya aku pengen banget dapat sertifikasi CCNA secepatnya begitu lulus dari kampusku, mudah-mudahan terkabul. Kan di tingkat 3 ini kami belajar Internetworking tuh, yaitu routing pakai Cisco dan dosen juga banyak memberikan source mengenai contoh soal yang biasa dipakai waktu ujian buat mendapatkan CCNA atau materi-materi yang asalnya dari Cisco langsung. Maklum, beliau sudah pernah mendapatkan sertifikasi CCNA sebelumnya. Jadi, aku gak perlu repot-repot ikut kelas belajar CCNA-nya, langsung ngambil ujiannya aja, supaya lebih hemat dikit gitu pengeluarannya :) . Terus, apa mentok cuma jadi network administrator aja? Gak lah, pokoknya kalo ada hubungannya dengan IT aku juga senang (mis: programmer). IT is my life……

2. Enterpreneur
Enterpreneur itu apa ya? Enterpreneur itu seorang pengusaha, atau bisa juga disebut wiraswastawan. Tapi untuk lebih spesifiknya bisa disebut sebagai technopreneur, yaitu pengusaha yang bermain di bidang teknologi, khususnya IT.
Yap, menjadi seorang pengusaha juga merupakan planning aku untuk masa depan. Masak sih kita mau jadi karyawan terus-terusan, kapan majunya? he..he.. . Tapi selama beberapa tahun menjadi karyawan suatu perusahaan itu penting juga. Selain untuk mengumpulkan modal buat buka usaha, bisa juga untuk menambah pengalaman di dunia bisnis dimana tempat kita bekerja. Kan kalo jadi karyawan, kita bisa melihat tuh, apa sih yang diinginkan oleh klien, atau apa yang jadi tren di pasar saat ini (wuiihh, udah kayak ahli ekonomi aja bahasaku he..he..). Tapi, untuk membuka suatu usaha memang harus ada basic ilmu ekonominya dulu nih, mungkin nanti perlu ngelanjut lagi belajar di universitas :) . Aku terinspirasi jadi technopreneur tuh dari beberapa orang, seperti Pak Budi Rahardjo dengan Digital Beat Store-nya, atau Pak Adinoto dengan usaha jualan baterai laptopnya, dan alumi dari kampusku yang buat usaha solusi IT yaitu MedanIT. Kebetulan hari minggu kemarin, bapak menelepon dari rumah dan dia sedang membicarakan rencana untuk membuka suatu usaha (bisnis) di sana (Tangerang). Kakak, adik, dan sepupu juga diikutsertakan dalam perbincangan santai itu. Walaupun judulnya cuma perbincangan santai, tapi itu merupakan ide menarik buat aku. Mungkin karena bapak sebentar lagi akan pensiun, makanya ada rencana seperti itu. Kemudian, dengan teknologi yang semakin canggih saat ini, untuk melakukan transaksi bisnis antar kota bahkan antar negara sudah semakin mudah dan tidak membutuhkan biaya yang sangat besar karena semua bisa dilakukan melalui internet. Tuhh, kebukti kan enaknya jadi technopreneur…. :)

3 Blogger
Haaaa…., apa ga salah nih?! Masak nge-blog dijadikan pekerjaan? Pekerjaan idaman pula itu. Gak, itu gak salah kok. Di luar negeri kayaknya udah banyak kulihat orang bekerja sebagai full-time/professional blogger. Kalo orang Indonesia aku baru tahu satu aja, yaitu Pak Budi Putra. Dan jangan anggap remeh pekerjaan blogger ini, karena walaupun bayarannya gak tetap tapi bisa jauh melebihi gaji seorang pekerja tetap di perusahaan. Aku pernah dengar bahwa pendapatan seorang blogger bisa mencapai ribuan dollar per bulan! Darimana mereka bisa mendapatkan bayaran sebanyak itu? Ternyata dari iklan yang terpampang di situs blog mereka. Makin banyak yang mengklik iklan di blog itu dan melakukan transaksi, maka makin bertambahlah pendapatan si blogger. Makanya, mesti belajar SEO juga nih biar traffic ke blog kita tinggi, sebagai referensi bisa belajar ke Cosa Aranda, master SEO Indonesia (katanya :)). Terus, untuk membuat blog yang berkualitas bisa belajar ke Budi Putra, yang blognya secara khusus membahas tentang tutorial, tip & trik, dan informasi yang berhubungan dengan blog. Aku menulis di blog ini pun bisa dibilang belajar juga, walaupun masih newbie he..he… . Oh iya, kayaknya kalau mau jadi blogger yang sukses dengan pendapatan ribuan dollar seperti yang aku bilang di atas, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam postingan sepertinya menjadi kewajiban, karena layanan Google AdSense lebih prefer kepada situs yang menggunakan bahasa Inggris sebagai partnernya. Banyak tuh keuntungan jadi blogger, contohnya blogger gak punya jam kerja tetap, jadi gak ada istilah telat masuk kantor karena macet dlsb. Trus, gak mesti ke kantor. Asal ada koneksi internet, blogger udah bisa kerja. Mau belum mandi kek, atau gak pakai baju pun udah bisa kerja. Nah, kalo di kantor emangnya bisa yang kayak ginian? he..he..

That’s all. Tiga pekerjaan yang paling aku inginkan sepertinya sudah cukup untukku. Kalo dilihat lagi, ada satu kesamaan di antara ketiga pekerjaan tersebut. Walaupun pekerjaannya berbeda, tapi semua masih ada hubungannya dengan IT. Memanglah, kayaknya gak bisa lepas lagi dari IT nih, hi..hi…

Bagaimana dengan kamu? Apa pekerjaan yang paling kamu inginkan?

Read more!
Selengkapnya... !

Ciptakan Pekerjaan yang Cocok untuk Anda

Ciptakan Pekerjaan yang Cocok untuk Anda

Belum lama berselang sebuah tempat di pusat Jakarta yang dijadikan bursa kerja kebanjiran pelamar kerja. Panitia penyelenggara sampai kewalahan mengendalikan antusiasme publik yang haus akan pekerjaan. Sekitar sepuluh ribu orang memadati lokasi. Namun, hanya segelintir saja yang ”beruntung” mendapat pekerjaan.

Lalu bagaimana dengan ribuan pelamar lain yang ”tidak beruntung”? Apakah Anda termasuk salah satu dari mereka yang masih berburu kesempatan untuk mendapat pekerjaan? Tidak usah bingung atau putus asa. Jika pekerjaan belum juga kunjung datang, mengapa tidak mencoba menciptakan pekerjaan untuk Anda sendiri? Setelah bertanya ke sana-sini, memanfaatkan pengalaman sendiri dan orang lain, dan menggali informasi dari berbagai buku dan artikel yang menyangkut strategi menciptakan peluang untuk memperoleh uang, ternyata ada banyak sekali yang bisa dilakukan.

Apa yang Cocok untuk Saya?
Penulis, penerjemah, konsultan bisnis, konsultan hukum, pemberi jasa desain interior, renovasi rumah, desain grafis, pengelola restoran, pemilik butik, pengajar, pengelola usaha rantangan, atau antar jemput karyawan/anak sekolah? Mana yang cocok untuk saya? Menurut Milton Chang dalam artikelnya ”How to Decide a Business that Will Work for You” (Laser Focus World, 1995), untuk menentukan pekerjaan yang cocok untuk Anda, terlebih dahulu Anda harus mempertimbangkan beberapa hal berikut.
Pekerjaan yang Anda senangi. Carilah pekerjaan yang dapat Anda nikmati. Jika Anda menyenangi apa yang Anda kerjakan, maka Anda tidak merasa pekerjaan tersebut sebagai beban, sehingga Anda tidak merasa berat ataupun terpaksa untuk melakukannya. Melakukan pekerjaan yang Anda senangi juga akan mempertinggi daya tahan terhadap krisis ataupun tantangan, sehingga bisnis yang didasarkan atas ”rasa senang terhadap pekerjaan” akan lebih tahan lama dibandingkan dengan bisnis yang dilakukan atas dasar ”terpaksa”. Umumnya bisnis seperti ini adalah bisnis yang berhubungan dengan hobi atau minat seseorang. Jika Anda senang musik, mengapa tidak memberikan pelajaran musik, atau mengelola pagelaran musik bagi musisi lokal, daerah ataupun luar negeri? Anda juga bisa mencoba menjadi manajer dari musisi yang Anda senangi. Jika Anda suka bepergian ke tempat-tempat wisata, mengapa tidak menawarkan jasa Anda kepada beberapa biro perjalanan ataupun hotel di kota Anda? Anda bisa bekerja sebagai tenaga lepas yang dapat mereka bayar untuk jasa mengantar tamu-tamu mereka ke tempat-tempat wisata yang sudah Anda pahami benar kondisi dan sejarahnya. Anda bisa menggunakan fasilitas kendaraan yang dimiliki oleh biro perjalanan atau hotel yang bersangkutan, atau jika memang Anda memiliki kendaraan sendiri, Anda bisa juga menawarkan jasa menggunakan kendaraan Anda pada perusahaan-perusahaan tersebut. Misalnya saja Toto seorang mahasiswa yang mencari dana tambahan untuk membiayai kuliahnya. Toto yang senang mengemudi dan mengunjungi tempat-tempat wisata, menawarkan jasa mengantar tamu-tamu dengan kendaraan yang dimilikinya kepada hotel berbintang di kota tempat ia belajar. Dengan semangat ia mengantar tamu-tamu ke tempat wisata yang diminati. Ia juga menyediakan panganan kecil dan minuman ringan bagi para tamu di mobilnya. Hampir setiap akhir pekan dan hari-hari libur, Toto kebanjiran order untuk mengantar tamu-tamu hotel. Banyak tamu-tamunya yang menjadi langganan tetap bagi Toto, ada yang langsung menghubunginya, ada juga yang tetap menghubunginya melalui hotel tempat Toto bekerja sama. Setelah beberapa waktu, Toto berhasil menambah ”armada”nya agar bisa melayani lebih banyak tamu lagi.




Pekerjaan yang dapat mewujudkan cita-cita luhur Anda. Cita-cita hanya terbatas pada kata-kata ataupun keinginan semata jika tidak disertai dengan rencana dan tindakan. Jadi, galilah cita-cita Anda, lalu susun rencana dan tindakan untuk mewujudkannya. Jika Anda bercita-cita untuk membantu sesama pengangguran, anak-anak muda untuk mendapatkan pekerjaan, atau memupuk minat baca pada lingkungan tempat tinggal Anda dengan mendirikan toko untuk buku-buku bekas atau perpustakaan komunitas, susunlah rencana aksi dan biaya, dan ajukan proposal tersebut kepada lembaga-lembaga swadaya masyarakat, organisasi internasional seperti WHO, ILO, UNICEF, UNESCO, ataupun beberapa perusahaan besar yang mempunyai dana sosial. Anda juga bisa mencari tahu proyek-proyek yang sedang mereka jalankan, lalu tawarkan jasa Anda untuk berpartisipasi mengelola proyek-proyek tersebut. Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah mencari orang-orang yang memiliki cita-cita yang sama untuk menyumbangkan sebagian dana yang mereka miliki bagi proyek-proyek yang Anda usulkan.
Pekerjaan yang bermodalkan keahlian Anda. Jika Anda memiliki keahlian di satu bidang (desain grafis, menulis, musik, teater, masak, kerajinan tangan, bahasa asing, fotografi, melukis), manfaatkan keahlian Anda untuk menciptakan pekerjaan. Jika Anda melakukan pekerjaan yang Anda kuasai dengan benar, maka Anda akan memiliki rasa percaya diri untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan baik. Untuk menunjukkan keahlian Anda, Anda bisa mendemonstrasikan kepada teman-teman ataupun kenalan Anda. Anda juga bisa mendokumentasikan hasil karya Anda dalam bentuk foto atau dokumentasi lain yang dapat Anda kumpulkan dalam satu portofolio. Portofolio karya Anda ini bisa Anda sebarkan kepada teman, tetangga, kenalan Anda atau bisa Anda pasang di website dan sebarkan alamat website tersebut kepada orang lain agar mereka bisa mengunjungi dan melihat karya Anda. Semakin banyak yang mengenal keahlian Anda, semakin besar peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang membutuhkan keahlian Anda. Tajamkan terus keahlian Anda, sehingga Anda bisa menjadi yang terbaik di bidang yang Anda tekuni. Semua orang pasti memiliki talenta yang bisa dikembangkan. Jadi gali talenta Anda, asah (ikut kursus, pelatihan, baca buku-buku ataupun artikel yang berhubungan dengan perkembangan di seputar keahlian yang Anda miliki) dan sebarkan kepada orang-orang di sekitar Anda. Misalnya: Ruth, yang baru saja pensiun dari sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris, mengubah garasi rumahya menjadi sebuah kelas bahasa Inggris bagi anak-anak di kompleks tempat ia tinggal. Contoh lain adalah Vina yang memiliki keahlian membuat tas-tas indah dari manik-manik, menciptakan peluang dengan membuat tas-tas bagi tetangga sekitar, kerabat, dan rekan-rekannya di gereja.
Pekerjaan yang sesuai dengan sumber daya yang bisa diusahakan. Sebuah ide tidak ada gunanya tanpa adanya komitmen untuk melaksanakannya. Sebuah komitmen memerlukan sumber daya untuk menjadikannya berhasil. Jadi, ide yang Anda miliki harus disesuaikan dengan sumber daya yang bisa Anda usahakan (waktu, tempat, dana, dan daya). Jika Anda memiliki cita-cita untuk membuka sekolah, tetapi sumber daya dan dana belum Anda miliki, maka Anda bisa memulainya dengan mengelola sumber daya yang bisa Anda cari dan usahakan. Misalnya saja Andi yang pernah menjadi tenaga distributor bagi beberapa supermarket terkemuka. Dengan modal pengalamannya tersebut, ia menawarkan jasa membelikan barang-barang kebutuhan rumah tangga (dengan harga grosir) bagi warga di kompleksnya yang umumnya adalah para pekerja yang sibuk, sehingga tidak sempat belanja keperluan rumah tangga. Uang yang berhasil dikumpulkan tersebut, ditabung sedikit demi sedikit sebelum akhirnya ia mendirikan toko kelontong kecil di rumahnya.

Dari mana mendapatkan modal?
Sebuah bisnis tentunya membutuhkan modal.Dari mana Anda mendapatkan modal? Ada berbagai sumber yang bisa Anda gali, antara lain adalah sebagai berikut.
Modal sendiri. Tentu sumber inilah yang paling mudah Anda dapatkan karena jika Anda memiliki uang sendiri, Anda bisa melakukan apa pun dengan uang tersebut tanpa harus meminta persetujuan orang lain. Modal sendiri bisa Anda dapatkan misalnya dari tabungan Anda, deposito, investasi di surat berharga, atau dengan menjual atau menggadaikan barang-barang berharga yang tidak Anda butuhkan lagi (misalnya: perhiasan, barang-barang elektronik, mobil, furniture). Tapi, umumnya modal yang Anda miliki terbatas, jika Anda bisa memanfaatkan modal ini, mengapa tidak? Anda bisa menyesuaikan usaha yang akan Anda jalankan dengan jumlah modal yang Anda miliki. Jika, Anda tidak terlalu banyak memiliki modal, Anda bisa memilih usaha yang lebih mengarah pada penyediaan jasa, karena bidang ini tidak terlalu banyak membutuhkan modal awal, atau hanya membutuhkan modal yang minimum.
Modal patungan. Jika Anda memang bisa meyakinkan orang lain (saudara sekandung, orang tua, sahabat, teman) untuk bersama-sama menjalankan sebuah usaha, Anda bisa memulai usaha tersebut dengan modal patungan. Dengan modal patungan, Anda bisa memperoleh sumber daya yang lebih banyak dari pada hanya mengandalkan modal sendiri. Tetapi tentunya, Anda juga harus membagi hasil yang Anda peroleh nantinya dengan mitra-mitra kerja Anda. Dalam memilih mitra kerja, ada banyak hal yang perlu diperhatikan, namun pada dasarnya adalah ”kepercayaan”. Tanpa adanya kepercayaan, tak mungkin sebuah bisnis berjalan. Jadi, pastikan bahwa Anda mempercayai mitra bisnis Anda, dan sebaliknya, mereka bisa mempercayai Anda. Jika kepercayaan sudah berhasil dibangun, semua pihak yang terlibat harus berusaha menjaga kepercayaan ini agar bisnis tetap dapat terus bergulir.
Modal orang lain. Sumber lain adalah dengan menggunakan modal orang lain. Modal ini bisa merupakan modal sementara yang dalam beberapa waktu akan Anda kembalikan, atau bisa juga merupakan modal orang lain yang Anda jalankan dengan berbagi hasil sesuai dengan kesepakatan. Orang lain yang dimaksud di sini bisa saja merupakan pihak perorangan, perusahaan, atau bank. Biasanya, Anda perlu meyakinkan pihak-pihak tersebut dengan sebuah proposal atau rencana bisnis yang detail, akurat dan meyakinkan, disertai manfaat yang jelas bagi pihak-pihak sponsor. Jika sumber ini yang Anda bidik, pastikan bahwa Anda mengerti persyaratan yang ditetapkan, persentase bagi hasil yang disetujui, bunga pinjaman yang harus dibayar (jika ada), atau jangka waktu pengembalian uang yang perlu ditaati. Jika Anda menyanggupi semua hal tersebut, maka sumber ini bisa Anda coba.
Bantuan. Jika modal sendiri tidak cukup atau bahkan tidak ada, dan pinjaman juga sulit diperoleh, jangan takut, masih ada satu sumber lagi yang bisa Anda coba: Bantuan. Menurut Kelly Land di artikelnya yang berjudul My Own Home Business (moneymakingmommy.com) banyak organisasi (umumnya organisasi non-profit) yang menawarkan bantuan dana tanpa bunga bagi para pencari kerja untuk menciptakan lapangan kerja. Anda bisa mencoba mencari informasi di internet atau mengunjungi lembaga pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang penciptaan lapangan kerja dan organisasi internasional seperti ILO dan UNDP untuk mencari tahu apakah mereka memiliki proyek-proyek yang memberikan bantuan dana, informasi dan pelatihan bagi mereka yang berusaha menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri.
Dari mana datangnya lintah? Dari sawah turun ke kali. Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun kehati. Dari mana datangnya peluang untuk mendapatkan uang? Dari ide turun ke aksi. Nah, jika Anda sedang mencari peluang? Tidak usah menunggu peluang datang, ciptakan peluang tersebut. Anda bisa menfaatkan informasi di atas sebagai titik tolak bagi upaya Anda menciptakan peluang. Jika ada kemauan pasti ada jalan. Jika ada usaha, pasti ada hasil.

Read more!
Selengkapnya... !

Sunday, 13 April 2008

Tips & Trick Membuat/Menulis Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae atau Resume)

Format Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup atau sering disebut Resume, di setiap negara berbeda-beda. Hal ini karena dipengaruhi oleh budaya, kebiasaan, pandangan politik, juga aturan main yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, untuk resume standar di Amerika Serikat (USA) tidak perlu mencantumkan hal-hal yang dianggap sangat pribadi seperti foto, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir.

Sedangkan di Indonesia justru sebaliknya, dalam membuat CV atau Daftar Riwayat Hidup, justru wajib mencantumkan status perkawinan, tempat dan tanggal lahir, serta melampirkan foto.

Berikut ini beberapa hal yang hendaknya diperhatikan dalam membuat Curriculum Vitae (CV) atau Daftar Riwayat Hidup, atau Resume untuk perusahan/instansi/lembaga di Indonesia (baik untuk perusahaan/lembaga lokal, nasional, maupun internasional).

A. Urutan Penulisan Curriculum Vitae (Resume, Daftar Riwayat Hidup)

1. Identitas (Data Pribadi)

Cantumkan identitas anda dengan jelas, seperti : Nama Lengkap, Jenis Kelamin, Tempat dan Tanggal Lahir, Kewarganegaraan, Agama, Status Perkawinan, Tinggi dan Berat Badan, Alamat Lengkap, Telepon & HP, serta e-mail (bila ada).
Khusus untuk e-mail, sebaiknya anda memilikinya. Jika tidak memilikinya, anda dapat membuat alamat email di Gmail, Yahoo, atau Hotmail (silakan klik) atau yang lainnya.

2. Pendidikan

Cantumkan pendidikan formal dan pelatihan/kursus yang pernah anda ikuti; lengkap dengan tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non formal (pelatihan, kursus, dsb).

3. Kemampuan

Uraikan secara singkat kemampuan anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Misalkan anda melamar kerja di bidang akuntansi, maka jelaskan secara singkat bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan, biasa bekerja menggunakan komputer, dsb-nya. Tentu saja kemampuan-kemampuan yang anda tulis/cantumkan tersebut harus benar-benar anda miliki. Jangan mencantumkan kemampuan yang tidak anda miliki.

4. Pengalaman kerja

Cantumkan deskripsi singkat tentang pekerjaan anda pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi (bila ada), tanggung jawab dan wewenang pekerjaan. Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati dan mengakhiri posisi tersebut.
Urutannya dimulai dari pekerjaan (atau jabatan atau posisi) terakhir.

5. Pengalaman Organisasi (bila ada)

Cantumkan pengalaman organisasi yang relevan (sesuai atau berhubungan) dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 5 ini.

6. Referensi Kerja (bila ada)

Bila memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal-hal penting seputar diri anda (biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya).




Penting : Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus sangat yakin bahwa orang tersebut benar-benar mengetahui tentang anda serta akan memberikan informasi positif mengenai diri anda. Seandainya anda ragu-ragu bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut (lewati saja yang nomor 6 ini).

7. Pengalaman lain yang menunjang (bila ada)

Cantumkan pengalaman lain yang menunjang "promosi anda". Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis pekerjaan yang anda lamar tersebut. Jika anda melamar untuk posisi pemrogram komputer, maka pengalaman anda sebagai Ketua RW atau juara bulutangkis, tentunya tidak relevan. Jadi bila tidak ada yang relevan, lewati saja nomor 7 ini.

B. Kertas, Huruf, Foto, Dokumen Pendukung

1. Gunakan kertas putih polos

CV hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar). Sebaiknya jangan menggunakan form CV yang dijual di toko-toko.

2. Diketik dengan huruf standar surat resmi

CV jangan ditulis tangan, namun diketik. Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman.

3. Foto terbaru

Lampirkan pas foto terbaru ukuran 3x4 atau 4x6. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan berpakaian resmi (misalkan jas lengkap dengan dasi).

4. Dokumen pendukung

Lampirkan dokumen atau bukti-bukti tentang hal-hal yang dituliskan dalam CV (resume), seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb (dokumen pendukung tersebut dalam bentuk photocopy).
Agar dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda menyeleksi/menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk dilampirkan.

Penting : Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya. Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda. Namun, seandainya perusahaan penerima kerja meminta/mensyaratkan untuk melampirkan transkrip nilai, barulah anda "terpaksa" melampirkannya.
Sebaliknya jika transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.



Beberapa Saran Penting

Jujur, Jangan Berbohong

Ingat, jangan sekali-kali menuliskan pada CV anda suatu pengalaman yang anda sendiri tidak mengalaminya. Memang seseorang terkadang merasa gengsi dengan pengalaman yang dia miliki, karena merasa kalah pengalaman. Percayalah pada diri anda sendiri bahwa anda mempunyai kelebihan yang orang lain tidak punya.

Jumlah Halaman

Pada umumnya CV hanya terdiri dari 1 (satu) atau 2 (dua) halaman. Namun jika memang riwayat pekerjaan/karir anda sangat banyak, juga pendidikan/kursus/pelatihan anda sangat banyak. Dan anda menganggap bahwa itu penting untuk ditampilkan, maka anda boleh menambahkannya menjadi 3 (tiga) halaman CV sebagai lampiran Surat Lamaran Kerja, tidak masalah.
Tetapi khusus untuk Surat Lamaran Kerja, tetap upayakan 1 (satu) halaman.

Tata Bahasa, Tanda Baca, dan Ejaan

Tidaklah dibenarkan jika dalam resume terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut tata bahasa, tanda baca, dan ejaan. Bacalah kembali tata bahasa di buku atau Kamus Bahasa Indonesia.
Jika anda menulis CV dalam Bahasa Inggris, dan anda belum yakin, maka cobalah minta dicek kembali atau di-review oleh teman/kerabat yang menguasai Bahasa Inggris tersebut.

Eksplisit (Gamblang, Jelas)

Jangan membuat orang yang membaca CV atau resume anda mengintepretasikan atau mengartikan hal yang berbeda.
Contoh sederhana : Di CV pada bagian pendidikan, anda menuliskan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila, dan tidak menambahkan nama kota lokasinya. Jangan berasumsi bahwa pembaca pasti tahu Universitas Pancasila itu ada di Jakarta. Oleh karena itu tambahkan nama kota dibelakangnya, misalkan Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila - Jakarta.

Mudah Dibaca dan Mudah Dicerna

CV yang dibuat secara kacau-balau menggambarkan pikiran yang tidak jernih dan ketidakmampuan penulis dalam menuangkan isi hatinya. Oleh karena itu sangat penting membuat CV yang mudah dibaca, mudah dicerna, urutannya jelas, dan logis.
Bila perlu bagian-bagian atau kata-kata yang anda anggap sangat penting untuk ditonjolkan, dapat ditulis dengan huruf tebal (bold). Namun jangan terlalu banyak bagian yang ditebalkan, sehingga tidak terlihat lagi bagian yang sangat penting tersebut.


Sumber : Yayasan KPT, Hilmy AAP, CV. Flamboyan, Anna T. Yuliati, dsb.

Read more!
Selengkapnya... !

Tips Menghadapi Wawancara

Tips Menghadapi Wawancara

Di bawah ini diberikan 5 artikel/tulisan yang terkait dengan tips & trick menghadapi wawancara kerja (artikel ini kami edit agar relatif mudah difahami). Semoga 5 artikel ini dapat membantu anda.

Saran-Saran Menghadapi Wawancara

Bagi anda yang dipanggil untuk menjalani wawancara kerja, sebaiknya anda memperhatikan beberapa saran di bawah ini.

* Pastikan anda sudah tahu tempat wawancara. Disarankan beberapa hari sebelum wawancara, anda sudah mengetahui tempatnya, bahkan sudah melihat tempatnya.
* Jika tidak diberitahu terlebih dulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi.
* Baca kembali surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara tersebut. Jangan lupa untuk membawa surat-surat atau dokumen-dokumen tersebut serta peralatan tulis saat wawancara.
* Mempersiapkan diri menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan pewawancara. Sebaiknya anda berlatih bersama rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan.
Anda dapat menggunakan "daftar/contoh pertanyaan umum" (silakan klik) pada situs ini untuk berlatih menjawabnya bersama rekan anda.
* Sebelum berangkat ke tempat wawancara, berdoalah terlebih dulu sesuai keyakinan anda.
* Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara). Namun usahakan jangan terlambat, karena banyak perusahaan yang langsung menganggap anda gagal bila terlambat.
* Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah.
* Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.
* Ucapkan salam (selamat pagi/siang/sore) kepada para pewawancara dan jika harus berjabat-tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak lemas).
* Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk. Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang.
* Persiapkan surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara.
* Ingat dengan baik nama pewawancara.
* Lakukan kontak mata dengan pewawancara.
* Tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara.
* Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada perusahaan.
* Gunakan bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut.
* Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih.
* Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi, namun jangan berkesan sombong atau takabur. Banyak yang gagal hanya lantaran berkesan sombong, takabur, atau sok tahu.
* Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda.
* Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara.
* Ajukan beberapa pertanyaan bermutu di seputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan secara umum.
* Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara.
* Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya.
* Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada anda.

Sumber : gilland-ganesha.com, hanyawanita.com




Persiapan Menghadapi Wawancara

Wawancara adalah bagian dari proses penerimaan karyawan mempunyai berbagai tujuan. Ada yang dimaksudkan untuk lebih mengetahui keterampilan teknis yang dimiliki pelamar, mengetahui kepribadian pelamar, atau mengetahui kemampuan pelamar menangani berbagai hal.

Wawancara biasanya dilakukan untuk melengkapi hasil tes tertulis. Hal-hal yang tidak mungkin diperoleh dari tes tertulis akan digali melalui proses wawancara. Dalam hal ini, anda dituntut untuk berusaha menguasai diri anda sendiri (khususnya kelebihan dan kelemahan anda). Juga berusaha menguasai bidang pekerjaan yang anda lamar.

Cari Informasi Sebanyak Mungkin dan Berlatihlah

Jika anda telah sampai pada tahap wawancara, sebenarnya secara kualitas, anda telah memenuhi persyaratan untuk diterima di perusahaan tersebut. Namun anda dapat gagal hanya karena kurang mengetahui tentang perusahaan tempat anda melamar. Untuk itu, sebaiknya anda juga berusaha mengetahuinya, dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kebiasaan di perusahaan tersebut. Tidak ada salahnya anda bertanya kepada resepsionis, satpam, atau tukang parkir sekalipun untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan di tempat tersebut.

Pewawancara mana pun kurang menyukai orang yang terlalu tertutup. Usahakan memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai apa yang ditanyakan oleh pewawancara. Jangan pasif, sebaiknya usahakan aktif memberi informasi. Jangan mengesankan anda menyembunyikan sesuatu, namun anda juga jangan terlalu berlebihan dan menyampaikan hal-hal yang tidak relevan. Tetaplah tenang dan mengatakan yang sebenarnya.

Uahakan jawaban anda selalu mengindikasikan karakter yang kuat, ulet, dan bersemangat, karena perusahaan mana pun selalu menyukai orang demikian.

Sebaiknya anda berlatih bersama rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan. Anda dapat menggunakan "daftar/contoh pertanyaan umum" (silakan klik) pada situs ini untuk berlatih menjawabnya bersama rekan anda.

Berbagai Kondisi

Ada kalanya wawancara juga dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan anda menghadapi dan menangani berbagai situasi. Untuk yang jenis ini, anda mungkin menghadapi pewawancara yang akan mendiamkan anda begitu saja selama 5-10 menit sebelum memulai percakapan. Mungkin juga ia akan berpura-pura tidak peduli dan membaca koran ketika anda masuk, atau ia akan mengajukan bantahan-bantahan yang tidak masuk akal terhadap setiap jawaban anda, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan konyol tentang keluarga anda, dan banyak trik lain.

Menghadapi kondisi begini, prinsip utama yang harus anda pegang adalah anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut, sehingga apa pun yang terjadi anda akan menghadapinya dengan baik. Jika anda dicuekin, tetaplah bersikap sopan. Katakan "Saya tertarik dengan pekerjaan ini dan bermaksud menjelaskan kepada Bapak/Ibu mengapa anda harus mempertimbangkan saya untuk posisi ini."

Jangan sampai terpengaruh dengan sikap pewawancara yang mungkin tampak aneh. Usahakan tetap tenang dan berpikir positif. Tanamkan dalam benak anda bahwa hal ini hanyalah bagian dari proses yang wajar sehingga anda tidak perlu merasa sakit hati atau kecewa.

Sumber : gilland-ganesha.com, GloriaNet
Cara Berpakaian Yang Baik Dalam Wawancara

Berpakaian yang "baik" dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:

Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau "kebiasaan" berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai "orang aneh', disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapi dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.

Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (misalkan mengkilap, ngejreng).
Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing baju atasan).
Berpakaian dengan desain yang simpel (tidak telalu banyak pernik-pernik, toh ini bukan acara pesta).
Tidak berlebihan dalam menggunakan wewangian dan perhiasan.
Sumber : Kompas Cyber Media
Pengaruh Kontak Mata dan Suara dalam Wawancara

Dalam wawancara, faktor diluar "isi" seringkali dapat mempengaruhi keberhasilan suatu wawancara. Mulai dari penampilan, sampai cara berbicara.

Seorang pewawancara yang berpengalaman akan merasakan sebagian karakter yang diwawancara dari sinar matanya. Tidak perlu dengan memelototi, atau dengan sinar mata syahdu, melainkan tataplah secara wajar kepada pewawancara.

Intinya, bahwa melalui tatapan anda selama wawancara haruslah menandakan :
1. Apakah anda cukup percaya diri;
2. Apakah anda berpikir positif terhadap proses komunikasi dalam wawancara tersebut;
3. Apakah anda jujur dengan isi komunikasi anda;
4. Apakah anda tampil "jujur" sesuai dengan kepribadian anda yang sebenarnya, tidak dibuat-buat.

Intonasi akan memperlihatkan apakah anda seorang yang percaya diri atau tidak. Tidak perlu dengan cara mengatur suara seperti seorang pemain sinetron, tetapi cukuplah bahwa anda dapat menggunakan intonasi yang menarik minat lawan bicara untuk terus berkomunikasi.

Usahakan tidak memberi nada agresif, atau nada "menutup" diri. Gunakanlah intonasi yang mewakili dengan isi pesan anda. Volume, warna, dan irama memang harus diatur dengan baik, tetapi bukan harus menjadi orang yang tampil bukan sebagai dirinya sendiri.
Sumber : gilland-ganesha.com, Kompas Cyber Media
Sopankah Menanyakan Hasil Wawancara ?

Panggilan wawancara kerja merupakan saat yang paling menyenangkan bagi pencari kerja. Karena panggilan tersebut merupakan langkah awal untuk meniti pekerjaan yang diidamkan. Tak heran jika test wawancara atau test interview menimbulkan banyak harapan di dalam diri pencari kerja. Bayangan mendapatkan pekerjaan yang bagus, gaji yang cukup dan teman-teman kerja yang menyenangkan seakan sudah di pelupuk mata.

Tetapi seringkali terjadi harapan tinggallah harapan, panggilan selanjutnya ternyata hanya tinggal penantian dan impian. Dering telepon atau surat panggilan selanjutnya, tak kunjung tiba. Anda pun jadi penasaran dan diliputi berbagai pertanyaan, apakah akan ada panggilan lagi atau memang hasil wawancara Anda tidak diproses. Tak jarang harapan yang tadinya berkobar mendadak padam.

Memang, pada beberapa perusahaan memerlukan waktu yang agak lama bahkan ada yang membutuhkan waktu sampai satu bulan untuk memproses kelanjutan test wawancara. Nah, kalau Anda menghadapi situasi demikian, agar tidak penasaran, Anda dapat menanyakan kepastian kepada perusahaan tersebut melalui telepon. Anda dapat bertanya setelah melewati waktu dua minggu dari waktu wawancara. Tanyakan langsung pada divisi HRD atau orang yang mewawancarai Anda.

Jangan merasa ragu dan takut untuk menanyakan hal ini, karena bertanya merupakan hak Anda. Lagi pula, menanyakan kepastian kabar dan kelanjutan proses lamaran Anda dalam waktu dua minggu atau lebih setelah wawancara adalah hal yang etis dan cukup sopan. Perusahaan pun pasti maklum atas pertanyaan Anda. Untuk itu usai wawancara, ada baiknya Anda menanyakan siapa dan nomor telepon yang dapat dihubungi untuk menanyakan hasil wawancara Anda.

Jika pihak perusahaan menjawab bahwa hasil test Anda tersimpan dalam database dan sewaktu-waktu diperlukan Anda akan dipanggil lagi, berarti jawaban sesungguhnya lamaran Anda tidak diproses lebih lanjut. Jawaban seperti itu biasanya merupakan penolakan secara halus setidaknya untuk saat itu. Bisa jadi, suatu saat jika ada kualifikasi yang cocok, Anda akan dipanggil lagi. Namun dengan jawaban seperti itu Anda jangan lantas terus menanti tanpa berusaha lagi. Buatlah lamaran lain sebanyak-banyaknya.

Sebaliknya kalau jawaban perusahaan memberi kepastian, misalnya,"Anda memang memenuhi kualifikasi kami dan dengan pertanyaan Anda, kami sekaligus memanggil Anda pada tanggal...", berarti kemungkinan besar Anda akan diterima. Mungkin saat itu pihak perusahaan belum sempat menghubungi Anda lebih lanjut dikarenakan adanya kepentingan lain.

Hidup ini memang penuh dengan kemungkinan. Untuk itu Anda jangan berhenti berusaha untuk mendapatkan kemungkinan yang terbaik. Sehingga kemungkinan itu akan menjelma menjadi suatu 'kepastian' yang menggembirakan.

Read more!
Selengkapnya... !

Contoh-contoh Pertanyaan Umum dalam Wawancara

Contoh-contoh
Pertanyaan Umum dalam Wawancara


Di bawah ini diberikan daftar pertanyaan umum yang dapat menggali 12 aspek seperti berikut ini.

1. Motivasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek motivasi antara lain :

1. Mengapa anda memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini ?
2. Apa yang membuat anda menjadi tertarik dengan perusahaan ini ?
3. Tanggung jawab apa yang anda anggap penting dalam pekerjaan ?
4. Tantangan apa yang anda cari dalam pekerjaan ?
5. Sebutkan dua hal yang memotivasi anda dalam bekerja.
6. Apa yang dapat memotivasi anda dalam kehidupan pribadi anda ?
7. Apa yang dapat memotivasi anda dalam menyelesaikan tugas yang sulit ?
8. Apa yang dapat memotivasi anda agar menjadi sukses dalam pekerjaan ?
9. Apa alasan anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
10. Apa yang membuat anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
11. Selama perjalanan karir anda, posisi mana yang paling anda sukai ?
12. Mengapa anda ingin mengubah karir ? (bila yang bersangkutan berpindah profesi/karir)
13. Apa arti bekerja bagi anda ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.
2. Ketahanan Terhadap Tekanan (Stres)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek ketahanan terhadap tekanan/stres antara lain :

1. Apakah anda dapat bekerja di bawah tekanan ?
2. Pernahkan anda bekerja di bawah tekanan ? Ceritakan bagaimana anda menyikapinya?
3. Dalam lingkungan kerja seperti apa anda merasa nyaman ? (Terstruktur atau tidak ?)
4. Seandainya ada konsumen yang marah karena hal yang bukan dilakukan anda, bagaimana anda menyikapinya ?
5. Bagaimana anda menyikapi kritik yang diberikan kepada anda ?
6. Seandainya anda mendapatkan pekerjaan yang tidak anda harapkan, apa yang akan anda lakukan ?
7. Apa yang anda anggap sebagai hal yang berat untuk dilakukan dalam pekerjaan ?
8. Seandainya anda dihadapkan dengan dua tugas yang harus diselesaikan pada saat yang bersamaan, apa yang akan anda lakukan ?
9. Masalah terbesar apa yang pernah anda hadapi ? Bagaimana anda mengatasinya ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

3. Inisiatif



Pertanyaan yang dapat menggali aspek inisiatif antara lain :

1. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini ? Dan darimana serta bagaimana anda mengetahuinya ?
2. Kriteria apa yang anda gunakan untuk mengevaluasi perusahaan yang anda harapkan menjadi tempat kerja anda ?
3. Ceritakan mengenai pendidikan dan pelatihan yang pernah anda ikuti.
4. Bagaimana anda mendapatkan pekerjaan selama ini ? (Apakah melalui iklan, referensi, dsb) - untuk yang sudah pernah bekerja.

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.
4. Sikap kerja

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sikap kerja antara lain :

1. Seandainya anda ditempatkan di cabang perusahaan yang jauh dari lokasi anda, bagaimana anda menyikapinya ?
2. Seandainya ada pengalihan tanggung jawab pada pekerjaan yang anda pegang, bagaimana anda menyikapinya ?
3. Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda. (untuk yang sudah bekerja)
4. Apa tanggung jawab anda pada posisi tersebut ? (untuk yang sudah bekerja)

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.
5. Kepercayaan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepercayaan diri antara lain :

1. Menurut anda, apa definisi/arti kesuksesan ? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anda ?
2. Menurut anda, apa definisi/arti kegagalan ? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anda ?
3. Jelaskan ukuran/standar kesuksesan bagi anda.
4. Pekerjaan apa yang telah anda selesaikan dengan sukses ?
5. Apa peran anda dalam kesuksesan tersebut ?
6. Bagaimana anda memandang diri sendiri saat ini ? Apakah sudah sukses ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.
6. Kemampuan Berpikir Analitis

Termasuk di dalam kemampuan berpikir analitis adalah "Kemampuan Memecahkan Masalah" (problem solving) dan "Kemampuan Membuat Keputusan" (decision making).

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan berpikir analitis antara lain :

1. Masalah tersulit apa yang pernah anda alami ? Apa yang anda lakukan ? Bagaimana penyelesaiannya ?
2. Hambatan atau kendala apa yang ditemukan selama kuliah atau belajar ? Bagaimana cara mengatasinya ?
3. Ceritakan mengenai persoalan yang pernah anda pecahkan.
4. Ceritakan situasi dimana anda pernah memiliki masalah dengan pengambilan keputusan.
5. Ceritakan dimana anda harus membuat suatu keputusan.
6. Ceritakan bagaimana anda pernah memecahkan masalah yang sulit.
7. Ceritakan mengenai permasalahan yang paling sering anda hadapi dalam pekerjaan.
8. Apakah anda pernah menyelesaikan suatu permasalahan bersama-sama rekan ? Apa peran anda dalam menyelesaikan masalah tersebut ?
9. Apakah anda pernah diminta untuk menyelesaikan beberapa tugas dalam suatu waktu ? Apa yang anda lakukan ?
10. Bagaimana anda menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul tiba-tiba ?
11. Bagaimana anda mengidentifikasikan kedatangan suatu masalah ?
12. Bagaimana anda membuat suatu keputusan penting ?
13. Bagaimana anda memecahkan masalah ?
14. Dalam situasi atau kondisi seperti apa, anda memiliki kemungkinan paling besar untuk berbuat kesalahan ?
15. Keputusan apa yang terasa sulit bagi anda ? Berikan Contohnya !
16. Menurut anda, faktor apa yang paling menentukan suksesnya seseorang ?
17. Apa yang anda lakukan saat dihadapkan dengan pengambilan keputusan yang penting ?
18. Apa yang anda lakukan saat kesulitan atau tidak dapat memecahkan persoalan yang anda hadapi ?
19. Keputusan tersulit apa yang telah anda buat selama tiga tahun terakhir ?
20. Kapan anda memutuskan untuk berhenti berusaha memecahkan suatu persoalan yang sulit ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.
7. Kemampuan Pencapaian Keberhasilan (Achievement)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan pencapaian keberhasilan antara lain :

1. Apakah anda senang mengerjakan pekerjaan/proyek yang sulit ?
2. Apakah anda mempunyai prestasi yang dibanggakan ? Ceritakan !
3. Apakah anda memiliki inisiatif ? Bagaimana anda menunjukkan hal tersebut ? Ceritakan satu contoh inisiatif yang telah anda ambil.
4. Apakah anda pernah menyelesaikan persoalan yang sulit ? Atau yang sebelumnya anda pikir tidak dapat anda selesaikan ?
5. Bagaimana anda menunjukkan keinginan (willingness) untuk bekerja ?
6. Sebutkan prestasi yang pernah anda capai dalam pekerjaan atau masa kuliah/sekolah !
7. Sebutkan lima pencapaian terbesar dalam hidup anda !
8. Apa kegagalan terbesar yang pernah anda alami ? Kekecewaan apa yang anda alami ?
9. Bagaimana anda mengatasi perasaan tersebut ? Dan mengatasi kegagalan tersebut ?
10. Hal atau lingkungan seperti apa yang paling mendorong anda dalam bekerja ?
11. Menurut anda, apa tantangan terbesar dalam pekerjaan ?
12. Sebutkan bagian dari pekerjaan yang paling menantang dan yang paling tidak menantang.
13. Apakah anda termasuk orang yang berani dalam mengambil risiko ?
14. Berdasarkan pengalaman anda, ceritakan secara rinci dalam hal apa anda mengambil risiko untuk menyelesaikan suatu tugas ?
15. Mengapa anda mengambil risiko tersebut ?
16. Risiko apa yang anda hadapi saat mengajukan suatu usulan ?
17. Prestasi apa yang pernah anda dapatkan di sekolah yang tidak dapat anda lupakan ?
18. Prestasi apa yang pernah anda capai dalam bekerja yang mendapatkan penghargaan dari pimpinan atau perusahaan ? (baik penghargaan lisan ataupun penghargaan tertulis atau materi).

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.
8. Aspirasi Diri




Pertanyaan yang dapat menggali aspek aspirasi diri antara lain :

1. Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda senangi ? Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda tidak senangi ? Kenapa ?
2. Apa cita-cita anda ketika lulus sekolah ? Ketika lulus kuliah ?
3. Apakah anda berniat melanjutkan sekolah ? Berniat melanjutkan kuliah ?
4. Menurut anda, apakah nilai anda merupakan indikasi terbaik untuk hasil akademik anda ?
5. Kenapa kami harus memilih anda ?
6. Bisakah anda menyebutkan lima kelebihan dan lima kekurangan anda ?
7. Bagaimana pendapat anda mengenai perusahaan ini ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.
9. Kelemahan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kelemahan diri antara lain :

1. Apakah anda telah mencapai semua target yang telah anda tetapkan ? Bila tidak, mengapa ?
2. Bagaimana anda mengatasi kegagalan dalam pencapaian target tersebut ?
3. Kelemahan apa yang muncul saat anda dihadapkan pada tugas yang sulit ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.
10. Sosialisasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sosialisasi antara lain :

1. Ceritakan kegiatan anda di waktu senggang.
2. Kegiatan apa yang anda ikuti di lingkungan anda ?
3. Seandainya anda menjadi anggota suatu organisasi, maka kegiatan apa dan peran apa yang akan anda lakukan dalam organisasi tersebut ?
4. Selain belajar, kegiatan apa saja yang anda ikuti saat masih kuliah atau sekolah ? Posisi apa yang anda pegang ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.
11. Kemandirian

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemandirian antara lain :

1. Ceritakan keputusan-keputusan penting dalam hidup anda, yang anda anggap sebagai keputusan anda sendiri. Juga ceritakan keputusan penting yang anda anggap bukan keputusan anda sendiri.
2. Mengapa anda memilih jurusan .... ?
3. Dalam pengambilan suatu keputusan, siapa yang berpengaruh dalam diri anda ?
4. Dalam hal-hal apa saja orang-orang tersebut anda sertakan ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku "Sukses Mendapatkan Pekerjaan" - Anna T. Yuniarti, S.Psi.
12. Kepemimpinan

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepemimpinan antara lain :

1. Sebutkan kepribadian yang anda miliki yang mencerminkan kemampuan memimpin.
2. Menurut anda, kualitas apa yang dibutuhkan seorang pemimpin ?
3. Apa yang paling menjadi tantangan bagi seorang pemimpin ?
4. Bagaimana cara anda mendelegasikan suatu tanggung jawab ?
5. Apakah anda membutuhka pengawas dalam bekerja ?
6. Bagaimana cara anda membuat suatu rencana kerja ?
7. Bagaimana cara anda memberikan teguran atau mendisiplinkan bawahan anda ?
8. Seandainya ada bawahan anda yang melanggar aturan perusahaan, bagaimana anda menghadapinya ?
9. Atasan seperti apa yang anda harapkan ?
10. Seandainya anda kelebihan beban kerja, apa yang akan anda lakukan ?
11. Bagaimana cara anda untuk memotivasi sesorang ?
12. Atasan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
13. Bawahan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
14. Atasan seperti apa yang menurut anda tidak adil ?
15. Seandainya anda membuat suatu kebijakan, kemudian bawahan anda banyak yang menentangnya, bagaimana anda mengatasinya ?

Read more!
Selengkapnya... !

Contoh-contoh Pertanyaan Khusus dalam Wawancara


Contoh-contoh
Pertanyaan Khusus dalam Wawancara
bidang Perbankan, Informatika, Teknik Sipil, Elektronika, dsb.

Di bawah ini diberikan daftar pertanyaan khusus berbagai bidang pekerjaan, yaitu untuk bidang perbankan, informatika, teknik sipil, elektronika, hubungan masyarakat, dsb-nya.
Sebelum anda berlatih menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, ada baiknya anda terlebih dulu berlatih untuk menjawab "pertanyaan umum" (silakan klik) pada situs ini bersama rekan anda.


1. Contoh Pertanyaan Khusus
Kelompok Bidang Perbankan

1. Ceritakan, apa yang dimaksud dengan bank ?
2. Sebutkan dan jelaskan produk-produk perbankan yang anda ketahui.
3. Jelaskan perbedaan deposito dengan tabungan.


Bidang Marketing

1. Apakah yang anda ketahui tentang marketing secara umum ? Dan marketing khusus untuk perbankan ?
2. Seandainya anda menjadi seorang petugas marketing, bagaimana cara anda mencari nasabah ?
3. Syarat-syarat apa saja yang ditetapkan oleh bank untuk mendapatkan pinjaman ?
4. Untuk memperkecil resiko kredit, maka permohonan kredit harus dinilai oleh bank. Jelaskan yang dimaksud dengan 5 C ?
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan f.e.o., dan gadai ?





Bidang Costumer Sevice (CS)

1. Sebutkan dan jelaskan tugas-tugas CS (Costumer Sevice) secara umum. Dan tugas-tugas CS di perbankan.
2. Bagaimana menurut anda sikap Costumer Sevice yang baik ?
3. Bagaimana sikap anda jika menghadapi nasabah yang banyak menuntut ?
4. Bagaimana sikap anda bila ada nasabah yang ingin menutup rekeningnya, padahal nasabah tersebut merupakan prime customer ?
5. Hal-hal apa saja menurut anda yang perlu dirahasiakan terhadap sesama karyawan maupun pihak lain ?
6. Sebutkan syarat-syarat untuk pembukaan rekening perorangan. Kemudian sebutkan untuk rekening perusahaan.
7. Bagaimana sikap anda saat atasan menegur anda ?


Bidang Teller

1. Sebutkan dan jelaskan tugas-tugas Teller.
2. Bagaimana menurut anda sikap Teller yang baik ?
3. Jelaskan perbedaan cek dengan BG.
4. Jelaskan ciri-ciri uang palsu.


Back Office Processing (BOP)

1. Sebutkan dan jelaskan perbedaan bank umum dengan bank perkreditan rakyat.
2. Jelaskan mengenai kliring.
3. Jelaskan perbedaan cek dengan BG.
4. Hal-hal apa saja menurut anda yang perlu dirahasiakan terhadap sesama karyawan maupun pihak lain ?


Pimpinan/Kepala CS atau Teller atau BOP

1. Seandainya anda menjadi pimpinan, ceritakan hal-hal apa saja yang anda lakukan bila ada karyawan baru yang menjadi bawahan anda.
2. Seandainya anda menjadi pimpinan, jelaskan apa yang akan anda lakukan jika bawahan anda malas dan tidak efisien.
3. Seandainya anda menjadi pimpinan, ceritakan tindakan-tindakan apa yang anda lakukan dalam membimbing, mengarahkan, dan memotivasi bawahan anda.
4. Seandainya anda menjadi pimpinan, bagaimana sikap anda bila ada bawahan yang sering terlambat ?

Read more!
Selengkapnya... !

MAN FERROSTAAL INDONESIA, PT

MAN Ferrostaal Indonesia is a subsidiary of MAN AG, one of Europe’s leading manufacturers of commercial vehicles, engines & mechanical engineering equipment
OPEN:4 April 2008
CLOSED:18 April 2008

POSITION:HUMAN RESOURCES MANAGER




JOB DES:
The incumbent will report directly to the President Director of the Company and be responsible for the overall spectrum of Human Resources strategic and its implementation in the company
REQUIREMENT:
1. A graduated in human resources, pshycology or law from reputable university
2. Having at least 10 years of the overall experiences in which 5 years in the similar function from multinasional company
3. Be familiar with all related labor laws & regulation in Indonesia
4. Excellent in English both spoken and written and having strong interpersonal and communication skill
5. Excellent leadership, organizational and team building skill
6. Ability to manage organizational change processes
Experience:5 years
Location:Jakarta
Salary: Negotiable

Please send your comprehensive resume with your detail qualification code in left of envelope with requirement:

1. Application Letter
2. Curriculum Vitae
3. Photograph 4×6 (Color)
4. Graduate Certificate (Legalize)
5. Graduate Transcript (Legalize)
6. Id Card (KTP or SIM or Passport)

SEND TO:
EMAIL:aylicia.liong@manferrostaal.com
OR
ADDRESS:PT. MAN Ferrostaal Indonesia
MAN House Jakarta, Mezzanine Floor
Jl. Mampang Prapatan 97
Jakarta 12790, Indonesia

Only qualified candidate will be interview and follow next selection

Read more!
Selengkapnya... !